Total Tayangan Halaman

Selasa, 27 Desember 2011

Cuti Akademik

ketika itu ada temanku makan disalah satu warung makan sederhana. ya di warung itu memang sesederhana namanya. lauknya hanya ada dua macam, yang kadang-kadang tiga. sepertinya tidak lebih dari tiga maacam. tidak lupa pula lauk yang paling dominan, gorengan. sebenarnya ada yang lebih mewah lagi, seperti telur dadar, ayam, tongkol dan pindang.
aku melihat dia bingung saat mengambil lauk. porsi nasinya sangat banyak, melebihi porsi kuli sawah. sempat berpikir buruk, "nih orang habis macul berapa hektar?". tetapi aku hilangkan fikiran itu. dia masih bingung memilih lauk. ya, gorengan satu dan sayur dua macam itu menjadi pilihannya.
keesokan harinya aku kembali ke warung itu, aku makan pagi. sekitar pukul 08.00. telur dadar menjadi teman sayur yang masih dua macam ples gorengan satu. temanku yang kemarin bertenu disitu secara tidak sengaja juga makan disitu. kami duduk satu meja. candaan dan celetukan kami ucapkan, sambil menyantap makanan. saya lihat makanan dia. ya, sama persis seperti kemarin. porsi besar, lauk gorengan satu ples sayur.
"hai, kamu ngirit ya?" candaanku keluar. "heheheheh,,, ya gitu deh" balasannya datar.
ketika akhir semester, aku tidak melihat lagi wajahnya pada semester baru. "kemana dia?" pikirku dalam hati. besok-besoknya pun seperti itu. satu bulan tidak bertemu dia. aku punya tradisi setiap satu bulan sekali pulang kampung (mudik). pagi itu sekitar pukul 08.00 aku pergi ke terminal. sebari menunggu bus, aku beli minum untuk melumasi tenggorokanku yang kering. "mas.,beli airnya satu. berapa mas?" tanyaku sembari melihat bis yang mungkin sudah ada. "tiga ribu" dijawabnya dengan dialek khasnya "oh ya mas, makasih ya"  mas" aku pergi meninggalkannya. fikiranku masih tertuju pada bis yang lalu lalang didepan. aku sudah mulai bosen menunggu lama. sampai jam 09.00 bis yang aku tunggu belum datang. tiba-tiba aku teringat-ingat suara itu, suara penjual air di terminal. sepertinya familiar di telingaku. ya tidak salah lagi dia temenku yang selalu makan dengan porsi banyak dan lauk satu gorengan. aku kembali ke tukang air itu. firasatku tepat. itu dia. aku menanyai dia, mengapa tidak terlihat lagi di kampus. setelah dia bercerita ternyata dia cuti akademik selam setahun. dan di pun menjelaskan kenapa dia makan dengan porsi banyak. porsi itu ternyata sekaligus sampai jam 5 sore. aku hanya bisa merinding mendengar itu.
tak pernah terfikir olehku jika aku seprti dia, ditengah-tengah perjalanan kuliah, aku harus cuti dan bekerja. apa aku siap? batinku menangis melihat temanku. aku salut.
terkadang kita lupa dengan apa yang diberikan oleh Allah. kita hanya bisa menuntut tanpa adanya rasa syukur. kita seyogyanya selalu bersyukur atas nikmat yang sangat banyak diberikan oleh Allah. nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat diberikan keluarga yang sayang kepada kita.



Senin, 26 Desember 2011

Forever

ketika aku lemah, tidak ada yang bisa membuat aku kuat lagi seperti semula selain kamu sahabatku, aku ini lemah, tanpa adanya persahabatan kita aku sulit untuk berdiri tegak. ketika itu kepalaku terasa sangat sakit, obat sakit kepala merek itu yang sudah sering aku tonton di TV tidak mampu menghilangkan rasa sakit. ketika itu aku hanya bisa tidur terlentang sendirian, air mata menetes dan keluar dengan sendirinya, di sisi lain aku ingin dekat dengan keluargaku aku ingin pulang terlebih dahulu dan rehat sejenak, tapi tidak bisa mengingat minggu besok ada UAS. aku tak bisa apa-apa saat itu.

beberapa waktu aku hanya diam, dan ketika itu terdengar suara ketukan pintu di depan. aku tidak bisa membukanya. tetapi dengan sedikit inisiatif, kamu membuka dan masuk ke kamarku. tangan mu membawa sesuatu yang aku tidak tau isinya. ternyata oleh-oleh dari kamu. kamu dengan rela menjenguk . tidak tau kenapa, rasa sakit itu hilang, adahal aku tidak meminum obat apa pun setelah aku agak menyesal percaya dengan iklan. ternyata persahabatan kitalah yang menyebabkan rasa sakit itu hilang.

Kamis, 01 Desember 2011

KAMPUS TP OH KAMPUS TP (UNSOED)

mimpi terdekat saya tentang kampus TP adalah menjadikan kampus TP bebas asap rokok, bebas sampah sembarangan, pokoknya menuju kampus yang bersih dan asri. dan saya percaya semua ini bisa terwujud. tentunya sangat mustahil sekali jika mimpi ini terwujud jika peran dari teman-teman semua tidak ada. sehinga saya harapkan kita bisa hidup bersih dan asri. mualai dari hal-hal yang kecil saja. buang sampah pada tempatnya dan tidak merokok di kampus. saya percaya mimpi itu akan terwujud. hal-hal kecil itu harus kita lakukan sekarang sebaGai modal atau embrio sehiNGGA saat kita menempati kamus kita yan baru, sudah ada suatu kebiasaan. sehingga kampus TP benar-benar menjadi kampus yang benar-benar berkualitas baik secara akademik mau pun fasilitas dan kebersihannya. semangat.....!!!!!

Minggu, 23 Oktober 2011

PUZZEL

semuanya adalah tentang aku dan kamu, untuk saat ini mimpi itu adalah prioritas terbesar yang ingin aku capai. tidak ada lagi selain itu. ya, kemunduran mental dalam hidup itu bisa kita atasi dengan mudah. kesusahan hidup juga dapat kita atasi dengan mudahnya. semuanya akan mengikuti pola pikir kita yang sudah kita bentuk dalam kehidupan sehari-hari. saat ini ketika hal-hal yang kita inginkan meleset dari yang kita inginkan, semuanya itu semata-mata harapan kita sebelumnya atau ketidakseriusan kita dalam mengatur tugas-tugas kita.
tapi kita terkadang selalu beralibi bahwa kita telah berusaha sangat kuat, bahkan sampai tetes darah penghabisan. bagaimana bisa kita berbicara seperti itu sementara hal-hal sepele itu tidak kita lakukan. kita terkadang menginginkan hal-hal atau mimpi-mimpi yang besar kan tetapi lupa melewati langkah-langkah kecil terlebih dahulu. model instan sudah menjadi gaya hidup kita. kita tahu sesuatu yang instan itu tidak akan bertahan lama. mungkin hanya sangat sebentar. 
pada dasarnya langkah kita itu selalu berhubungan, adanya kita kuliah itu karena kita pernah sekolah di sekolah menengah atas dan menengah pertama. adanya kita sekolah di situ juga karena kita sudah lulus sekolah Dasar. jadi apa yang telah kita lakukan nantinya akan berdampak bagi langkah kita kedepannya. sehingga kita tidak bisa memilah-milah langkah mana yang harus ditempuh. semuanya itu proses. 
Berbeda dengan priorotas. pemprioritasan ini bertujuan untuk memulai langkah yang mana dulu yang akan kita ambil pertama kali, tetapi semua langkahnya tetap kita lakukan. tidak dari langkah A langsung ke langkah Z, itu sangat sulit, kalau pun bisa, hal semacam itu hanya akan bertahan sangat singkat.
 pemilihan langkah-langkah mana dulu yang harus dilakukan bisa menjadi tolak ukur keberhasilan kita. lakukan sesuatu yang menurut kita itu lebih mudah diterima oleh diri kita sendiri. setelah kita mampu melakukan itu, lakukan langkah yang kesusahannya lebih dari langkah yang pertama. kita bisa memilih langkah langkah sesuai kemampuan pribadi kita sendiri.

dan yang paling penting saat kita mampu menyelesaikan langkah-langkah kita dan hasilnya bagus atau bahkan sangat bagus, kita tidak boleh lupa bahwa semuanya itu terjadi karena Ridho dari Tuhan kita dari Allah, bukan hanya semata-mata usaha kita. sehingga rasa sombong seyogyanya kita buang jauh-jauh dari hidup kita.

Sabtu, 22 Oktober 2011

kita

ketika itu aku dan kamu berjalan berdua menuju gudang ilmu di universitaas kita. kemahiran dirimu tidak ada duanya, terutama mencari bahan-bahan kuliah di perpus, ya perpus itu gak aneh buat mu, setiap hari kamu tak mau ketinggalan berita apa aja yang terjadi di perpus.
aku mencari buku statistika, sulit sekali, hampir 15 menit aku mengelilingi seantero perpus, tidak ketemu-ketemu. aku malu kalau ku harus minta bantuanmu hanya untuk hal-hal kecil seperti ini. sudah 20 menit, sampai 30 menit rujukan mata kuliah statistik yang aku cari tidak kelihatan sampul depannya, " dimana si buku itu" dongkol ku dalam hati. "kamu cari ini" sapamu sambil memberikan buku statistik karya Sudjana  terbitan tahun 1974.
kamu dan aku memang sahabat sejati, aku yang selalu merepotkanmu. kamu selalu membantuku. tapi apa yang sudah aku bantu untukmu, belumada. bahkan acuh saat kamu ada masalah. aku pernah tidak mempedulikanmu. aku malu. semuanya seakan tertuju pada sikap mu yang indah, aku bangga punya sahabat sepertimu. aku mau kita menjadi sahabat sejati selamanya. sampai roh kita meninggalkan badan kita masing-masing

 

sang juara


Semuanya ini terasa sangat sulit. Langkah kakiku seakan berat, dua-duanya susah untuk berpindah tempat. Apa yang aku rasakan sangat bertolak belakang dibandingkan dengan aku yang dulu. Jalur juara itu semakin sulit dikejar. Mereka tidak bisa bekerja sama untuk membawa tubuh ini menuju tujuan yang hati inginkan. Ada kendala di otakku, apa yang hatiku inginkan, tidak sesuai apa yang dilakukan anggota tubuhku, tidak hanya kaki, tangan, tubuh, jari jemari serasa mati kaku. Mereka enggan kerja sama. Mereka susah bekerja beriringan bersama.
            Aku tau ini adalah masa-masa yang sulit. Tapi aku percaya ini tidak akan lama dan permanen. Aku harus bisa menyelesaikan ini dengan baik sehingga jalur juara itu kembali terbuka lebar. Yakin, percaya  diri kunci utama untuk membuka pintu menjadi juara sejati. Ini tidak sulit, tapi tidak mudah. Perlu perjuangan ekstra keras dan aku harus bisa. Langkah ku akan selalu diiringi doa oleh teman-temanu, oleh sahabatku, dan yang paing penting adalah keluarga, ibu dan bapakku, meereka semua menjadi sumber semangat hidupku.

saya harus juara, karena juara adalah hak saya. mimpi itu masih belum terhapus, saya bisa mengambil dan meraihnya. tidak mustahil kedepannya mimpi itu bukan hanya sekedar mimpi. mimpi itu sudah menjadi nyata. kata mungkin tidak pantas saya ucapkan, tapi saya harus berkata harus. karena apa yang saya inginkan di masa depan adalah apa yang saya lakukan sekarang. dan sekarang saya bisa melakukan yang terbaik untuk masa depan. dengan bismilah dan adanya rencana yang matang semua itu tidak mustahil.


kesempatan sukses dan menjadi juara memang hanya satu kali,. tetapi saya bisa membuat, saya bisa membuat saya menjadi sang juara.
saya harus juara, karena juara adalah hak saya.

 catatan: bagi para pembaca, kata "saya" jangan dimaknakan sebagai penulis. maknakan kata "saya" sebagai diri pembaca. 

aku


Semuanya ini terasa sangat sulit. Langkah kakiku seakan berat, dua-duanya susah untuk berpindah tempat. Apa yang aku rasakan sangat bertolak belakang dibandingkan dengan aku yang dulu. Jalur juara itu semakin sulit dikejar. Mereka tidak bisa bekerja sama untuk memgawa tubuh ini menuju tujuan yang hati inginkan. Ada kendala di otakku, apa yang hatiku inginkan, tidak sesuai apa yang dilakukan anggota tubuhku, tidak hanya kaki, tangan, tubuh, jari jemari serasa mati kaku. Mereka enggan kerja sama. Mereka susah bekerja beriringan bersama.
            Aku tau ini adalah masa-masa yang sulit. Tapi aku percaya ini tidak akan lama dan permanen. Aku harus bisa menyelesaikan ini dengan baik sehingga jalur juara itu kembali terbuka lebar. Yakin, percaya  diri kunci utama untuk membuka pintu menjadi juara sejati. Ini tidak sulit, tapi tidak mudah. Perlu perjuangan ekstra keras dan aku harus bisa. Langkah ku akan selalu diiringi doa oleh teman-temanu, oleh sahabatku, dan yang paing penting adalah keluarga, ibu dan bapakku, meereka semua menjadi sumber semangat hidupku.