Assalamualaikum warokhmatullahiwabarokatuhu
Andaikan kita menjadi seorang ibu, yang dengan sekuat tenaga mengandung kita, dengan sekuat tenaga membawa kita didalam perutnya selama sembilan bulan. Dengan sekuat tenaga mereka membawa kita, membesarkan kita, dan mendidik kita. Tidak akan terbalaskan jasa ibu kita. Uang sebanyak apa pun tak akan mampu menebus jasa beliau yang begitu besar.
Tata kala kita beranjak besar, kita sudah mulai mengenali orang orang disekeliling kita, Seorang ibu tak lelahnya menasihati kita supaya berhati-hati dalam bermain. Tapi kita memang nakal. Tidak mau nurut atau patuh kepada ibu. Alhasil luka dikaki akibat jatuh dari sepeda atau main lari-larian semakin banyak. Ibu memarahi kita, " kamu ini, sudah dibilangin, tetep aja nakal" Kuping kita pun jadi sasaran beliau. Hehehehe...... mengingat masa kecil kita. Kita terkadang kesal juga kalau ibu kita marah atau ngomel ngomel. Iutlah uniknya ibu kita. Ibu akan berbuat apapun untuk kesenangan anaknya. Dan saya percaya bahwa omelannya itu adalah pelajaran bagi kita, omongannya itu adalah baik bai kita.
Tetapi kita seringnya berani kepada ibu, membentaknya, apalagi kita sekarang udah besar. Sudah berapa kali kita membentak beliau, atau berani berbohong kepada beliau? Apakah ini balasan untuk ibu kita yang sudah mengandung kita, mendidik kita? Astaghfirullah.......... Aneh ya, terkadang tanpa sadar kita melakukan itu. Saya juga pernah, mungkin teman teman juga.
Saya bingung teman teman, sekarang saya sudah besar, kita sudah besar tapi apa yang sudah kita berikan untuk ibu kita, untuk ayah kita, intuk adik, kaka kita, dan untuk keluarga kita. Kita hanya seperti parasit yang menggerogoti uang yang telah diberikan oleh orang tua kita. Apa yang sudah kita berikan kepada mereka? Sepertinya kita belum memberikan apa apa. Kita seperti sebuah genagngan air kotor yang masuk dan bercampur dengan air suci, dimana air kotor itu menjadikan air yang suci bersih menjadi kotor. Air kotor itu adalah kita yang masih belum bisa membanggakan orang tua kita. Dan kebersihan orang tua kita menjadi kotor oleh kita. Tapi saya yakin untuk saat ini ibu kita, ayah kita akan bersifat maklum kalau kita hanya bisa mengotori mereka. Karena mereka juga pernah seperti kita.
Tetapi temen temen, kita harus berjanji bahwa, kita nantinya akan sanggup membahagiakan orang tua kita. kita harus membuat orang tua kita bangga telah memiliki anak seperti kita. Kita lah harapan mereka. Kita orang yang akan mengangkat mereka ke kehidupan yang lebih baik. Temen teman kita harus bisa membuat bangga, bangga, dan bangga.
Taka ada yang mampu melebihi rasa terima kasih kita kepada ibu kita, ayah kita, selain doa kita kepada Allah, semoga orang tua kita, keluarga kita diberi kesehatan dan rezeki yang melimpah. Amin ya robbal alamin......
BUATLAH BANGGA ORANG TUA KITA, ADIK, KAKAK KITA, dan KELUARGA KITA.......
SEMANGAT SAHABATKU''''!!!!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar